REFLEKSI DIRI MERAIH MIMPI
Oleh : Vina Bahrilin *

Ayah, Ibu….
Mengapa hidup seperti Integral dan Turunan
Berputar seperti Bola
Tak ada ujungnya bak Lingkaran
Ibu….
Kau mengajarkan aku tentang saling peduli
Bak Konstanta dan Variabel
Kesabaranmu melebihi tangga Konveksi
Yang Mendeskripsikan Garis Bilangan

Ayah….
Kau memberikan cinta seperti Bangun Ruang
Dikelilinggi Sisi tiap Sudut sebagai pelindung kasih dan sayang
Lihatlah Ayah !
Lihat Tetesan keringatmu !
Beban berat yang kau rangkul
Menjadi Pondasi tiap Garis Lengkung yang aku lalui
Ayah, Ibu….
Mimpi terkadang seperti Himpunan Kosong
Hampa dan Teriris
Tuhan….
Bisakah Mimpi menjadi Bilangan Positif
Yang Terlihat jelas Garis Tegak Lurusnya
Bisakah Mimpi memiliki Peluang di Refleksi tiap Titik
Agar aku mampu Meraih Mimpi
Yang hilang terbawa oleh Jarak dan Waktu

*) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Juara I Lomba Cipta Puisi Matematika (MATHEMATICS CHAMPIONSHIPS XII 2017)

Comments are closed.